breaking news New

CANDI PRAMBANAN DAN CANDI LAOSAN, DUA CANDI TERCANTIK DI YOGYAKARTA

Candi adalah istilah dalam Bahasa Indonesia yang merujuk kepada sebuah bangunan keagamaan tempat ibadah peninggalan purbakala yang berasal dari peradaban Hindu-Buddha. Salah satu kota di Indonesia yang memiliki peninggalan candi-candi adalah Yogyakarta. Yogyakarta terkenal akan candi-candi istimewanya, setiap candi memiliki sejarahnya masing-masing yang unik.

Berikut ada 2 jenis candi di Yogyakarta yang wajib kamu kunjungi.
1. Candi Prambanan
Candi Prambanan merupakan salah satu candi paling populer di Yogyakarta. Candi Prambanan termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia sekaligus dinobatkan sebagai candi hindu tercantik di dunia.

Candi Prambanan yang memiliki tinggi 47 meter ini memiliki tiga candi utama, yaitu: Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Candi utama memiliki candi pendamping. Candi pendampinglah yang paling memikat di Candi Prambanan. Candi tersebut adalah Candi Garuda yang menjadi candi pendamping Candi Wisnu.

Ketiga candi ini pun dikelilingi oleh 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sehingga total dari seluruh candi yang ada di kompleks ini berjumlah sekitar 224 buah saat berada di komplek ini, wisatawan akan merasa seperti berada dalam sebuah kerajaan. Candi yang sudah dibangun sejak 850 masehi ini, memiliki bentuk yang menjulang ke atas dan menggambarkan kepercayaan agama Hindu.

2. Candi Plaosan
Candi ini berada di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Candi ini menjadi salah satu wisata candi yang tidak boleh dilewatkan. Tidak hanya cantik dari bentuknya, Candi Plaosan terlihat semakin menawan saat matahari terbit.

Candi Plaosan bisa jadi pilihan yang pas untuk menikmati matahari terbit di Yogyakarta. Candi ini siap menampilkan siluet tercantik yang bermandikan sinar mentari pagi yang bisa membuat siapapun yang melihatnya berdecak kagum.

Candi ini memiliki dua kompleks, yaitu Plaosan Lor dan Plaosan Kidul. Relief atau ukiran yang berada di Plaosan Kidul menggambarkan tentang laki-laki sedangkan Plaosan Lor menggambarkan tentang wanita.

Keistimewaan lain yang dimiliki oleh candi ini adalah di bagian belakang candi terdapat pohon Bodhi dan semacam altar yang dikelilingi patung Buddha. Altar ini masih digunakan untuk ritual keagamaan umat Buddha.